Selain WhatsApp, Aplikasi Chating Populer Ini Juga Punya Celah Keamanan yang Patut di Waspadai!

0
646
Copyright©Liputan 6

Aplikasi Telegram Juga Tak Lebih Aman dari WhatsApp?

Smeaker.com – Belakangan ini, nama aplikasi chating WhatsApp memang sedang ramai menjadi bahan perbincangan karena kasus peretasan yang dilakukan oleh Spyware Pegasus buatan perusahaan asal Israel.

Dari informasi yang beredar, terdapat 1400 pengguna WhatsApp yang merupakan tokoh publik, jurnalistik, hingga akademisi menjadi korban atas tindakan peretasan oleh Spyware Pegasus tersebut.

Baca juga: Gegara Hal Ini, WhatsApp Blokir Grup dan Anggotanya Secara Permanen!

Maka dari itu, pasti banyak orang yang menilai jika WhatsApp ini tidak aman, dan mereka menganggap aplikasi pesan instant lainnya dirasa lebih aman, seperti contohnya aplikasi Telegram maupun Signal.

Copyright©Liputan 6

Namun jangan salah, meskipun memiliki enkripsi tidak menjamin 100% data kalian aman dari para peretas tersebut. Ketika ada celah keamanan, maka hal itu bisa saja dimanfaatkan oleh para peretas untuk menyelinap kedalam smartphone korbannya.

Baca juga: WhatsApp Ternyata Bikin Baterai Boros, Kalian Alami Juga?

Selain WhatsApp, rupannya Telegram ini juga tidak menjamin keamanan seratus persen lho, meskipun aplikasi tersebut sudah dilengkap dengan enkripsi untuk fitur chat secret mereka. Menurut hasil penelitian dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), seperti yang diberitakan oleh LiveMint, para peneliti itu telah menemukan Telegram menggunakan sistem keamanan bernama MTProto yang tidak diawasi oleh Kriptografer dari luar.

Selain itu, aplikasi pesaing WhatsApp ini juga menggunakan penyimpanan berbasis komputasi awan (Cloud) untuk menyimpan data mereka, dan rupanya hal ini cukup rawan.

“Artinya, jika ada pihak yang bisa mendapatkan akses ke sistem peladen Telegram, mereka bisa mengakses pesan yang tidak terenkripsi dan seluruh metadata,” Kata Hayk Saribekyan dan Akaki Margvelashvili, peneliti MIT, dikutip dari Liputan6.

Terlebih, Telegram ini juga mirip dengan WhatsApp yakni meminta izin pengguna untuk mengakses daftar kontak yang ada didalam smartphone, serta menyimpannya. Dan hal ini memberikan kesempatan para hacker untuk membobolnya lalu menjual ke otoritas tanpa ada persetujuan terlebih dahulu.

“Misalnya, peretas bisa mempelajari, kapan pengguna online atau offline. Telegram tidak menerapkan persetujuan dari kedua pihak untuk mengatur komunikasi. Karena alasan ini, penyerang bisa terhubung ke pengguna dan mendapatkan informasi metadata tanpa diketahui pengguna,” pungkas tim peneliti MIT.

Baca juga: Cara Gunakan Fitur Face ID dan Touch ID Pada Whatsapp, Udah Bisa?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here