Seperti Apa Nasib Ponsel Black Market Nantinya Saat Diblokir Pemerintah?

0
354
Copyright©Kabarsumbar

Ponsel Black Market Dipastikan Tak Mendapat Layanan di Indonesia

Smeaker.com – Seperti yang santer diberitakan belakangan ini, dimana pihak pemerintah Indonesia sedang menyiapkan kebijakan baru mengenai pemberantasan Ponsel Black Market yang ada di Tanah Air.

Saat ini, pihak pemerintah sedang menggodok peraturan menteri soal Validasi Internetional Mobile Equiment Identity (IMEI) pada smartphone. Nantinya nasib dari Ponsel Black Market (BM) yang dibeli dari luar negeri juga bakal ditentukan pada saat aturan ini mulai berlaku.

Baca juga: Punya 3 Kamera Belakang, Harga Infinix S4 Dijual Mulai Rp 1 Jutaan di Indonesia!

Pihak Kemenprin (Kementrian Perindustrian) melalui akun resmi Instagram miliknya menyampaikan tentang sejumlah hal mengenai regulasi kontrol IMEI. Dan peraturan baru tersebut dipastikan mulai berlaku pada tanggal 17 Agustus 2019 mendatang.

Copyright©Kemenprin

Salah satu alasan pemberantasan Ponsel Black Market ini merupakan upaya dari pemerintah Indonesia guna meningkatkan kesadaran masyarakat soal produk yang ada dalam negeri. Selain itu, bertujuan juga untuk melindungi industri ponsel di Tanah Air.

Baca juga: Punya Spesifikasi Garang, Inilah 4 HP Android Gagal dan Paling Mengecewakan!

Dalam penerapannya, pihak Pemerintah bakal melakukan sinkronisasi data base IMEI dan SIMcard. Apabila IMEII tidak terdaftar, maka smartphone ini pun tidak akan bisa terhubung dengan sejumlah layanan telekomunikasi Indonesia.

Namun anda tak perlu khawatir, karena pihak Kemenprin diketahui tindak akan melakukan tindakan blokir sepenuhnya. Setipa Ponsel Black Market yang dibeli sebelum tanggal 17 Agustus 2019, maka bakal mendapat pemutihan yang regulasinya sedang dipersiapkan.

Hal ini juga berlaku untuk pembelian HP Android maupun iOS yang dibeli di luar negeri. Selama konsumen membelinya sebelum tanggal 17 Agustus 2019, maka pemerintah bakal memberikan pemutihan nantinya.

Namun jika anda membeli Ponsel Black Market setelah tanggal 17 Agustus, maka pihak Kemenprin memastikan jika ponsel-ponsel tersebut tidak akan bisa digunakan di Indonesia.

kendati aturan pemerintah ini sudah ada di depan mata, tapi pihak Kemenprin menghimbau kepada masyarakat untuk tidak terburu-buru mengecek IMEI ponsel miliknya, karena laman khusus pengecekan IMEI ini sedang disiapkan.

Baca juga: Pemerintah Diminta Lakukan Hal ini Jika Ponsel Black Market Di Blokir, Setuju?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here