Facebook Diminta Hentikan Penggabungan Data Instagram dan WhatsApp!

0
150
Copyright©cNET

Facebook Dinilai Melakukan Monopolisasi Di Jerman

Smeaker.com – Sebuah badan persaingan usaha nasional di Jerman, meminta kepada perusaan Facebook untuk menghentikan langkah penggabungan data pengguna dari berbagai sumber tanpa persetujuan dari para pengguna.

Perintah ini tak hanya berlaku bagi data yang telah dikumpulkan Facebook seperti Whatsapp dan Instagram, akan tetapi juga berlaku untuk sumber dari pihak ketiga yang dimanfaatkan Facebook guna menyimpan profil periklanan miliknya.

Baca juga:  Daftar Smartphone Android Dengan Radiasi Tinggi, Punyamu Ada?

Pihak Facebook telah diberikan waktu satu bulan oleh Bundeskartellamt atau Federal Cartel Office (FCO) untuk mengajukan banding terkait keputusan dari pemerintah tersebut, dimana itu semua merupakan hasil penyelidikan yang telah dilakukan 3 tahun lamanya.

Copyright©cNET

Apabila banding yang diajukan oleh Facebook tersebut gagal, maka nantinya mereka harus memastikan jika sumber data tidak akan digabungkan sesuka hati tanpa mendapat persetujuan dari para pengguna dalam 4 bulan kedepan.

Baca juga: Buat Kado Valentine, Berikut Toko Resmi Penjualan Samsung Galaxy M20 di Indonesia! 

Namun perlu ditegaskan, jika peraturan tersebut nantinya hanya berlaku di Negara jJerman, namun tidak menutup kemungkinan Negara lain bakal memberlakukan hal tersebut kepada Facebook di Negara mereka,

Dalam sebuah tulisan blog, Facebook menyebutkan jika control privasi data ini tak termasuk dalam FCO, dimana mereka hanya bertugas untuk menegakkan undang-undang antimonopoly dan persaingan usaha di Negara Jerman.

Namun pihak FCO membalas, jika kontrol data yang dilakukan oleh Facebook terhadap banyak sosial media yang telah dikombinasikan dengan pangsa pasar yang tinggi dinilai sebagai proses monopolisasi, dan dengan begini maka perlu ada intervensi dari pihak pemerintah.

“Sebagai perusahaan yang dominan, Facebook harus tunduk pada kewajiban khusus berdasarkan undang-undang persaingan,” kata Andreas Mundt , Presiden FCO seperti dikutip dari Detik.

Namun dalam sebuah congress yang digelar tahun lalu, Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook mengatakan jika pihak mereka selalu membiarkan pengguna Facebook mengakses data mereka yang telah dikumpulkan sebelumnya, dan mereka juga bisa menghapus data tersebut jika mau.

Baca juga:  Dianggap Berbahaya, Facebook Blokir Aplikasi ini di Platformnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here