Perusahaan ini Larang Karyawan Gunakan WhatsApp dan Snapchat, Kenapa ?

0
503
Copyright©sustergadget

Kenapa Perusahaan ini Larang Pegawainya Pakai WhatsApp dan Snapchat ?

Smeaker.com – Perusahaan pemasok komponen otomotif yang berasal dari Jerman Continental AG yang melarang pegawainya untuk menggunakan aplikasi WhatsApp dan Snapchat dari ponsel milik perusahaan. Melalui keterangannya, perusahaan tersebut yang menyatakan melarang penggunaan WhatsApp yang bakal diterapkan sesegera mungkin.

Baca Juga : Update WhatsApp Terbaru, Hadirkan Fitur “Request Account Info” Apa Gunanya ?

Seperti yang dilansir CNBC, Kamis (7/6/2018), dimana pelarangan tersebut yang berkaitan dengan adanya kekhawatiran mengenai keamanan data, terutama data yang disimpan dalam daftar kontak smartphone atau tablet perusahaan.

[email protected]

Layanan WhatsApp dan Snapchat, telah mengalami kemunduran terutama dalam kaitannya dengan perlindungan data. Kedua layanan mengakses data pribadi pengguna dan berpotensi mengumpulkan kontak hingga informasi dari pihak ketiga,” demikian keterangan perusahaan.

Sebelumnya, di Eropa yang telah meresmikan undang-undang mengenai privasi data yang baru, yaitu GDPR pada 25 Mei 2018. Adapun undang-undang tersebut yang membatasi perusahaan teknologi besar seperti Facebook dan Google untuk mengumpulkan serta mengelola data pribadi penggunanya. Sebagai perusahaan, Continental yang juga khawatir jika terkena undang-undang baru.

Berdasarkan keterangan perusahaan asal Jerman tersebut, tanggung jawab serta kepatuhan yang sudah dialihkan ke pengguna aplikasi. Perusahaan tersebut yang menyebut untuk memenuhi persyaratan GDPR, yang mana pengguna platform messenger harus menghubungi semua orang dalam daftar kontak mereka. “Hal-hal tentang perlindungan data ini bukanlah risiko yang akan kami ambil,” kata perusahaan dalam keterangannya.

Baca Juga : Loh Kenapa, Jutaan Masyarakat Inggris Dilarang Gunakan WhatsApp ?

CEO Continental Elmar Degenhart yang menyatakan, keamanan dara merupakan hal penting. Sehingga ia yang meminta kepada perusahaan-perusahaan teknologi untuk memudahkan pengguna dalam hal mematuhi aturan yang baru. Menanggapi hal itu, Snap selaku perusahaan pemiliki Snapchat yang mengungkapkan, Continental salah paham mengenai GDPR yang menggeser beban kepatuhan terhadap pengguna aplikasi.

Segala hal sebenarnya tergantung pada pengguna, apakah mereka ingin memberikan aplikasi akses ke kontak atau tidak. Selain itu, data yang diunggah pun bisa dihapus setiap saat,” kata Snap dalam email kepada CNBC.

Baca Juga : Wow,, Tokopedia Mampu Kalahkan Facebook, Instagram dan WhatsApp Lho ! Kok Bisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here