Unik, Negara Ini Manfaatkan Teknologi 5G Untuk Usir Babi Hutan Liar!

0
324
Teknologi 5G Untuk Babi Hutan
copyright©Wildboar

Korea Selatan Gunakan Teknologi 5G Untuk Usir Babi Hutan Liar!

Smeaker.com – Seperti yang telah diketahui bahwa pada awal tahun 2018 ini, berita mengenai Teknologi 5G sudah gencar diwartakan. Bahkan sejak tahun 2017 lalu, jaringan 5G ini sudah banyak diperbincangkan, khususnya untuk pencinta smartphone.

Sementara itu, berbicara mengenai 5G, Operator telekomuniasi Korea Selatan yakni KT Corp telah menerapkan Teknologi 5G di pedesaan dekat lokasi Olimpiade Musim Dingin. Dan yang lebih menariknya lagi, Adanya teknologi jaringan tercepat ini digunakan untuk mengusir hewan buas yang berada di lokasi game.

Puluhan ribu hewan buas mengamuk melalui ladang kentang dan juga wortel dan berpotensi untuk mengancam keselamatan wisatawan Olimpiade Musim Dingin tersebut. Kemampuan dari 5G ini bisa digunakan untuk mempercepat penyampaian informasi apa yang memungkinkan jaringan lampaui. Salah satu hewan yang diusir dengan teknologi ini adalah babi hutan liar.

Baca: Ketahuan! Produsen Perangkat Mobile 5G Ini Juga Pakai Snapdragon X50 Lho!

Menurut insinyur jaringan KT Corp seperti yang telah dilansir dari Bloomberg pada Selasa, 13 Februari 2018 kemarin yakni Han Taeksik mengungkapkan bahwa mereka harus memerlukan alat yang lebih cerdas untuk menakuti-nakuti babi hutan.

Teknologi 5G
copyright©Rimanews

“Babi hutan liar adalah hewan yang sangat cerdas dan Anda membutuhkan alat yang lebih cerdas untuk menakut-nakuti mereka”Ujar Han Taeksik. Ketika berbicara dengan penduduk Pyeongchang, para petani mengatakan bahwa mereka menginginkan teknologi yag bisa memperbaiki mata pencaharian mereka karena babi hutan adalah kekhawatiran terbesar mereka.

Secara nasional, tiga orang tewas dan 21 terluka oleh babi hutan antara tahun 2012 dan 2016, menurut kementerian lingkungan Korea Selatan. Sementara itu metode kuni untuk mengatasi hewan liar pun belum berjalan dengan baik. Pemerintah akhirnya mengizinkan pemburuan, namun hal ini tak menghentikan jumlah babi hutan dan juga menarik protes dari aktivis hewan.

Banyak petani yang telah memasang pagar listrik untuk melindungi lahan mereka, amun dalam decade terakhir justri setidaknya ada Sembilan orang yang mati tersengat listrik karena tak sengaja menyentuh pagar. Adapun Sistem bertenaga 4G saat ini tidak bisa membedakan babi hutan dari rusa atau manusia, kata Han, membingungkan apa pun yang mendekati sebagai ancaman.

Kualitas gambar yang dikirim dari mereka juga sangat rendah sehingga tak bisa dianalisis untuk mendapatkan kecerdasan pada babi hutan dan tingkah laku mereka. Setelah Teknologi 5G siap dan berjalan dengan baik, upgrade akan bisa menggunakan kamera 360 derajat dan pesawat tak berawak.

baca juga!

Bakal Hadir Tahun 2019, Indonesia Sudah Siap Hadapi Teknologi 5G?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here