Google Chrome Berikan Tanda Ini Pada Situs HTTP yang Tidak Aman!

0
258
Google Chrome
copyright©BlueFrontier

Google Chrome Akan Tandai Situs HTTP yang Tidak Aman!

Smeaker.com – Belum lama ini untuk memberikan keamanan bagi para penggunanya, mulai Juli 2018 mendatang, Google Chrome akan menandakan Situs HTTP yang tak terenkripsi sebagai situs yang aman. Adanya proteksi yang diterapkan ini akan mencegah orang ketiga yang mencegat lalu lintas data untuk mencuri informasi yang ditransfer melalui computer ke server.

Bisa jadi bahwa orang ketiga yang bisa mengakses router ataupun ISP tersebut akan melakukan sebuah pengintaian ataupun menyuntikkan malware ke halaman utama dari situs tersebut. Adanya kabar bahwa Chrome akan menandai HTTP yang tak aman ini pun juga seperti yang telah dilaporkan oleh Tech Crunch.

Tech Crunch mewartakan bahwa Situs HTTP yang tidak aman ini akan dibubuhi keterangan ‘Not Secure’ pada sebelah kiri address bar. Adanya penandaan inipun dilakukan pada pembaruan Chrome versi 68. Pada Google Chrome versi terakhir yakni versi 64, peringatan Not Secure ini masih menggunakan ikon netral dengan menggunakan huruf ‘i’ disebelah kiri adderess bar.

Baca: Google Chrome Akan Permudah Simpan Kata Kunci, Beneran?

Informasi ketidakamanan baru bisa diketahui dengan mengklik ikon tersebut. Sedangkan mengenai URL dengan protocol HTTPS yang telah terenkripsi akan ditandai dengan gembok berwarna hijau serta keterangan Secure.

Google Chrome
copyright©webdesaign

Adanya latar belakang dari pembaruan ini pun dikarenakan meningkatnya adopsi HTTPS sebagai web default. Google Chrome pun juga mencatat  bahwa ada sebanyak 81 dari 100 situs teratas telah bermigrasi ke HTTPS.

Baca: Browser Chrome 64 Meluncur, Apa yang Baru?

Sejakt tahun 2015 silam, Google sendir telah merangking situs-situs HTTP yang terenkripsi. Setahun setelahnya, Chrome versi 56 pun menyematkan tanda taka man di kolom password situs HTTP yang tak terenkripsi.

Adapun Enkripsi sebuah situs memang sangat diperlukan. Situs HTTPS terenkripsi ini akan melincungi kanal antara peramban dan juga situs yang dikunjungi. Sebagai informasi, Chrome masih menjadi browser dengan banyak pengguna.

Di perangkat desktop, Google Chrome ini masih unggul jau diantara browser lainya seperti Mozilla Firefox dan Internet Explorer. Chrome ini pun juga memiliki pangsa pasar sebesar 63,2% sedangkan Firefox dan Internet Explorer menduduki peringkat kedua dan ketiga dnegan masing-masing pangsa pasar sebesar 14,0% dan 9,3%.

Sementara untuk perangkat Mobile sendiri sebesar 47,3% meninggalkan dua komeptitornya yakni Safari (21,2%) dan UC Browser (14,6%). Adanya data tersebut pun diambil pada Juli 2017 lalu untuk mengetahui pangsa browser secara global.

Hasilmya, menempatkan Chrome di posisi teratas. Secara keseluruhan, Google Chrome ini menguasai lebih dari setengah populasi browser secara global yakni 53,92%. Sementara itu, browser buatan Apple, Safari, menempel di posisi kedua dengan perolehan pengguna sebanyak 14,39%.

baca juga !

Gampang Banget, Begini Trik Mengatasi Load Page Lemot di Windows 10!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here