Akhirnya Google Bayar Pajak Sesuai Dengan Aturan di Indonesia

0
812

Akhirnya Google Bayar Pajak Sesuai Dengan Aturan di Indonesia

Smeaker.com – Google merupakan perusahaan yang berada di Amerika Serikat yang paling terkenal melalui mesin mencariannya yang dinamakan Google ini. Google didirikan pada 7 September 1998 di ruang garasi Menlo Park, California.

Belum lama ini Google telah dikabarkan telah membayar pajak sesuai dengan aturan yang ada di Indonesia.

Hal ini seperti yang telah diungkapkan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementrian Keuangan (DJP Komenkeu) dengan mengatakan bahwa perusahaan dibidang teknologi tersebut telah membayar penuh kewajiban pajaknya tahun 2015 pada hari Kamis (30/11).

Baca Juga : Uber telah Sediakan Opsi Pembayaran Nontunai di Asia Tenggara

Dapat diketahui pajak yang telah dibayar oleh perusahaan teknologi ini seperti halnya dengan membayar pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta dengan membayar untuk Pajak Penghasilan (PPh).

Dengan melaksanakan pembayaran tersebut oleh Google ini, Indonesia termasuk menjadi salah satu Negara yang dikataka telah mampu mengejar pajak dari perusahaan yang berasal Ammerika Serikat ini.

Namun bukan hanya dengan Indonesia yang telah mampu mendapatkan pajak dari perusahaan teknologi ini, ada juga dari Negara Inggris, India serta Australia.

“Mereka melakukan pembayaran dari Amerika Serikat, lalu ke Singapura, nah ini baru ke Indonesia. Terima kasih kepada perusahaan “G” telah bekerja sama taat dengan peraturan perpajakan di Indonesia,” tutur Direktur Jendral Pajak, Ken Dwijugisteadi.

Copyright@CNN

Namun Ken tampaknya tidak menyebutkan berapa nominal pajak yang telah dibayar oleh “G”. Dengan demikian ia memastikan jumlah pajak itu sesuai dengan ketentuan dan tidak ada pengurangan dari jumlah yang harus dibayarkan.

“Tidak ada negosiasi, sesuai ketentuan. Jadi data dia mana, data pajak ini mana lalu perang data,” jelas Ken.

Perusahaan asal Amerika Serikat ini telah diketahui memiliki kanntor perwakilan yang berada di Indonesia, PT Google Indonesia yang berada dibawah Google Asia Pasific Pte. Ltd (GAP).

Kepala Kantor DPJ Jakarta Khusus Muhammad Haniv ini telah mengatakan sebelumnya bahwa kewajiban pajak mencapai Rp450 miliar per tahun dengan asumsi margin dengan keuntungan Rp1,6 triliun-Rp1,7 triliun per tahun.

Dengan demikian Ken telah mengklaim total penerimaan pajak khusus pada November 2017 dengan mencatat Rp114 triliun yang setara dengan 90,47 persen dari target akhir tahun yang berjumlah Rp126 triliun. Dan jumlah ini belum termasuk pajak yang dibayarkan oleh Google.

“Nanti pajak Google baru diketahui jam 5 sore, ditambahin jam 5 sore,” tutup Ken.

Baca Juga : Aplikasi Android Ampuh Atasi Memori yang Penuh Sesak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here