Diketahui Orang yang Pernah Membungkam Twitter Donald Trump

0
600
Twitter
Copyright©emeunut

Diketahui Orang yang Pernah Membungkam Twitter Donald Trump

Smeaker.com – Donald Trump merupakan seorang Presiden Amerika Serikat yang pernah dikabarkan bahwa akun Twitter miliknya telah dinonaktifkn selama 11 menit pada awal bulan November lalu.

Sehingga dengan penonaktifan akun tersebut membuat pengguna tidak menemukan akun Presiden AS (@realdonaldtrump) yang saat itu tengah mencarinya di Twitter.

Dan dapat diketahui bahwa peretas akun tersebut ternyata seorang mantan pegawai Twitter keturunan Turki yang berkebangsaan Jerman, Bahtiyar Duysak. Namun hal itu telah ditolak dan mengatakan bahwa beberapa waktu kemudian Twitter mengaku bahwa itu merupakan salah satu ulah mantan kontraktor dihari terakhirnya bekerja.

BACA JUGA : DALAM HITUNGAN HARI LG V30 TELAH MASUK KE INDONESIA

Dan dengan demikian, Twitter tidak memberikan sanksi kepada mantan pegawai tersebut lantaran Duysak merasa bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan dan tidak melanggar peraturan serta bekerja sesuai dengan fungsinya.

“Saya tidak meretas siapapun. Saya tidak melakukan hal-hal diluar tanggung jawab saya… Saya tidak melanggar aturan apapun,” jelas Duysak dalam sebuah pernyataannya kepada TechCrunch pecan lalu.

twitter
Copyright ©professorjosh

Dan diketahui bahwa Bahtiyar merupakan bagian divisi kepercayaan dan keamanan dalam bekerja untuk kontraktor Pro Unlimited. Bahkan selain itu ia juga bekerja untuk Google dan Youtube dengan melalui kontraktor Vaco di bagian monetisasi.

Dalam kesehariannya Bahtiyar telak menindaklanjuti laporan mengenai pegaduann atas kekerasan ataupun perlakuan buruk lainnya yang muncul dalam platform Twitter.

Cara menindaklanjuti pengaduan tersebut Bahtiyar harus menonaktifkan akun yang dilaporkan kepadanya. Hal ini tengah dilakukan karena di jam terakhirnya bekerja ada seseorang yang telah mengirimkan sebuah laporan.

Lapora tersebut berisikan sebuah pengaduan akun Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan ia telah memilih menonaktifka Twitter @realdonaldtrump tersebut.

Setelah beberapa hari kemudian, pria tersebut telah didatangi oleh seorang perempuan yang menanyakan tentang Bahtiyar yang berkaitan dengan akun Presiden AS yang sempat nonaktif beberapa menit.

Sehingga membuat Bahtiyar sempat kaget dengan berita yang ada dan ia pun bingung apakah yang telah terjadi. Namun dengan demikian ia mengakui bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan dan tidak menyangka apa yang telah dilakukannya akan memberi dampak besar meski dia merasa tidak bersalah.

Dengan demikian Presiden AS itu kini terlindungi dengan alasan bahwa cuitannya di Twitter masih layak untuk diberitakan dan membuat perhatian publik tetap tinggi.

Baca Juga : Huawei Ciptakan Teknologi “Face ID” Lebih Canggih Saingi iPhone X

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here