BBM Naik Rp 3.000, Defisit Transaksi Berkurang USD 3 Miliar

0
1539
BBM naik defisit transaksi berkurang

Smeaker.comBBM (Bahan Bakar Minyak) di Indonesia yang direncanakan akan naik menimbulkan banyak spekulasi yang beredar. Jika BBM (Bahan Bakar Minyak) subsidi dinaikkan sebesar Rp 3.000 per liternya maka defisit transaksi yang berjalan (current account deficit) akan berkurang USD3 miliar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yakni Perry Warjiyo menyatakan bahwa setiap kenaikan harga BBM subsidi sebesar Rp 1.000 per liternya maka akan menghemat USD 1 miliar. Dia juga menambahkan bahwa kenaikan harga BBM subsidi dipastikan akan mengurangi konsumsi atau pemakaian premium dan solar. Hal ini tentu akan mengurangi impor BBM di negeri ini.

Jika BBM naik Rp 3.000 per liternya maka tinggal mengalikan saja.BBM naik Rp 3.000, defisit transaksi berkurang USD 3 miliar. Hal ini tentu akan menghemat anggaran negara dan menyelamatkan neraca negara yang terus defisit.

Untuk kita ketahui, Bank Indonesia (BI) memprediksikan current account deficit di sepanjang tahun 2014 mencapai USD 27 miliar dengan catatan harga BBM subsidi tidak mengalami kenaikan. Dia juga menjelaskan bahwa dengan adanya kenaikan harga BBM subsidi maka defisit transaksi berjalan di tahun 2014 akan lebih baik jika dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

Pada tahun lalu, 3.3 persen dari PDB. Sementara untuk tahun 2014 ini 3.1 persen dan untuk tahun depan 2.9 persen. Jika ada kenaikan harga BBM, maka tentu akan lebih baik dari itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here