Stok Raskin di Malang Hanya Mampu Untuk 5 Bulan Kedepan

0
2099
Raskin BuLog

Smeaker.comRaskin ( Beras Miskin ) merupakan bantuan pangan dari pemerintah untuk masyarakat Indonesia berupa pejualan beras dibawah harga normal. Namun cuaca yang sudah tidak bisa diprediksi dan kemarau panjang yang melanda Indonesia membuat komoditas beras menurun.

Salah satunya stok beras miskin di wilayah kerja Bulog Sub Divre malang, Jawa Timur yang pada sat ini sebesar 26.844 ton. Jumlah tersebut hanya mampu mencukupi pendistribusian beras miskin (raskin) bagi sejumlah rumah tangga sasaran (RTS) selama 5 bulan kedepan di wilayah Malang.

Langgeng Wisnu Adi Nugroho selaku Kepala Bulog wialayah malang menyebutkan bahwa jika musim kemarau terus berjalan dan mundur maka dikhawatirkan akan mengganggu ketersediaan atau stok raskin dikarenakan pengadaan beras yang kurang.

Dia juga menambahkan bahwa stok raskin di Malang hanya mampu untuk 5 bulan kedepan dan dirasa masih cukup aman. Namun jika kemarau terus terjadi maka stok raskin untuk bulan berikutnya yang akan dikhawatirkan.

Namun jika musim penghujan segera datang maka pengadaan beras pun dapat kembali normal. Ketersediaan beras terutama untuk pendistribusiannya akan aman hingga jangka panjang dan mampu menambah komoditas pangan Indonesia agar tidak terlalu mendatangkan beras impor. Saat musim kemarau ini petani memang lebih memilih untuk tidak menanam padi, dikarenakan jika dipaksakan tentunya akan merugikan dan membuat para petani gagal panen meskipun saat ini telah memasuki masa tanam.

Untuk wilayah kerja Bulog Malang sendiri meliputi Kota Malang, kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Dari wilayah – wilayah tersebut yang menjadi sentra penghasil padi utama adalah dari Kabupaten Malang dan Kabupaten pasuruan.

Namun pengadaan beras di Bulog Malang selama musim kemarau ini menurun drastis. Padahal biasanya Bulog malang dapat menyerap sebesar 100 ton beras per harinya. Namun di musim kering ini hanya mampu menyerap 15 ton setiap harinya.

Sementara target pengadaan beras sebesar 70 ribu ton pada tahun 2014 ini. Namun hanya mampu tercapai 45.200 ton. Sementara penyerapan beras paling rendah terjadi pada bulan September dan Oktober 2014 ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here