Krisis Energi di Indonesia Kian Parah

0
2413
Krisis Energi Indonesia

Smeaker.comKrisis energi di Indonesia kian bertambah parah saja. Pasalnya cadangan energi di Indonesia hanya tersisa untuk beberapa hari saja. Sementara cadangan minyak Indonesia hanya dapat digunakan hingga 11 tahun kedepan dan akan habis setelahnya. Namun mirisnya, masyarakat Indonesia seakan tidak memperdulikan hal ini dan banyak yang tidak mengetahui akan hal tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Arifin Panigoro pada saat orasi di Universitas Paramadina, Jakarta pada Sabtu (11/10/2014) yang mengatakan bahwa kondisi yang ada saat ini tidaklah main-main. Dan masyarakat Indonesia harus menghadapi beberapa fakta yang cukup pahit saat ini.

Fakta pertama adalah tentang produktivitas minyak. Produksi minyak terus mengalami penurunan namun kondisi yang ada naik. Karena kebutuhan minyak Indonesia yang sangat besar sehingga setiap harinya negara harus mengimpor minyak mencapai USD 150 juta.

Fakta yang kedua adalah terkait sektor BBM subsidi. Di Indonesia memang subsidi BBM kurang mengena sasaran. Apalagi ditambah peningkatan atau naiknya konsumsi BBM terutama BBM subsidi. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi, penduduk dan transportasi yang meningkat namun tetap menggunakan BBM subsidi terutama untuk kalangan menengah dan elite. Seperti yang kita tahu bahwa BBM subsidi diarahkan untuk masyarakat dengan perekonomian rendah.

Fakta yang ketiga adalah kemampuan produksi minyak yang memang terus mengalami penurunan. Pada tahun 2014 ini, produksi minyak nasional hanya mampu menghasilkan 788 barrel perharinya. Padahal pada tahun 1965 Indonesia pernah mengalami puncak keemasan akan produksi minyak nasional yang optimal. Pada tahun tersebut Indonesia mampu memproduksi minyak nasional hingga 1,64 juta barrel setiap harinya.

Fakta yang lebih ironis, pada tahun 2004 ini, Indonesia tercatat sebagai negeri pengimpor minyak terbesar di dunia. Padahal Indonesia memiliki potensi minyak dan sumber daya alam yang banyak. Sementara pada tahun 2013 lalu Indonesia merogoh budget lebih dari USD100 juta perharinya untuk itu. Padahal jika kita fikirkan, banyak hal yang bisa dilakukan dengan uang sebesar itu untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Fakta- fakta tersebut menjadikan krisis energi di Indonesia kian parah.

Arifin juga menambahkan bahwa cadangan minyak Indonesia akan habis dalam 11 tahun mendatang dan cadangan minyak di Indonesia hanya 0.32 persen dari total cadangan minyak dunia. Hal tersebut diperparah dengan subsidi BBM yang tidak tepat dan salah sasaran.

Fakta yang paling ironis dari BBM subsidi yang salah sasaran adalah pada tahun 2013, sebesar 15 persen dari APBN negara dikeluarkan untuk BBM. Namun 77 persen dari totalnya justru dinikmati oleh orang kaya atau yang memiliki perekonomian diatas rata-rata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here