4000 Rumah Tangga di Cirebon dapat Aliran Gas Bumi

0
1083
Jaringan Gas Rumah Tangga

Smeaker.comJaringan gas kini telah banyak digunakan di rumah tangga sebagai alternatif energi untuk masyarakat untuk meminimalisir subsidi BBM. Selain itu jaringan gas (Jargas) sendiri merupakan usaha permerintah untuk mengoptimalkan penggunaan gas bumi di Indonesia.

Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas kini akhirnya telah menyelesaikan pembangunan jaringan gas bumi di Cirebon. Untuk diketahui pembangunan jargas di Cirebon telah dimulai sejak tahun 2012 dan baru tahun ini terselesaikan.

Heri Poernomo selaku Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementrian ESDM menuturkan bahwa jaringan gas yang telah mengalir di Cirebon tersebut akan resmi beroperasi dan akan memenuhi kebutuhan 4.000 sambungan rumah (SR) yang akan terdiri dari 11 sektor. Dia juga menambahkan bahwa pembangunan jargas adalah bukti komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan konversi energi ke gas bumi. Hasilnya 4000 rumah tangga di Cirebon dapat aliran gas bumi.

Jaringan gas tersebut memasasok 512 Sektor Rumah (SR) yang terletak di Kelurahan Kalijaga dan Harjamukti yang msuk dalam pembagian sektor 1. Sementara pada sektor 2 hingga sektor 8 mencapai angka 2.350 Sektor Rumah (SR) yang juga berlokasi di Kelurahan Kalijaga. Sementara sektor 9 mencakup 384 Sektor Rumah yang berada di Kelurahan Kalijaga dan Argasunya. Sementara sektor 10 dan sektor 11 mencakup 754 sektor rumah di kelurahan Argasunya di Cirebon.

Penyaluran gas di Cirebon ini teralisasi berkat kerjasama Kementrian ESDM dengan PT PGN yang mendapat penugasan resmi dari Ditjen Migas untuk mengoperasikan Jaringan Gas (Jargas) di 3 wilayah diantaranya adalah Rusun Jabodetabek yang mencapai 5.234 SR, Kota Cirebon yang mencapai 4.000 SR serta Kabupaten Bogor dengan jumlah 4.000 SR.

Seperti yang kita tahu cadangan gas bumi di Indonesia masih cukup melimpah dan belum banyak dimanfaatkan. Untuk itu upaya pemerintah untuk konversi energi terus ditingkatkan. Cadangan gas bumi di Indonesia diperkirakan masih cukup untuk digunakan hingga 60 tahun kedepan. Di sisi lain produksi minyak bumi selama 5 tahun terakhir ini terus mengalami penurunan.

Oleh karena itu konversi energi memang terus diupayakan oleh pemerintah. Salah satunya dengan pemanfaatan gas bumi yang terus dioptimalkan. Termasuk salah satunya untuk penggunaan di sektor rumah tangga dan sektor transportasi.

Heeri juga menambahkan bahwa pembangunan jaringan distribusi gas bumi sektor rumah tangga merupakan salah satu program prioritas nasional dalam upaya penyediaan infrastruktur gas kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here