BBM pada Pembangkit Listrik Ditekan 8,5 % Pada 2015

0
3178
BBM untuk pembangkit listrik

Smeaker.comBBM ( Bahan Bakar Minyak ) yang akan digunakan untuk pembangkit listrik pada tahun 2015 akan diturunkan. Hal tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran pememerintah pada tahun 2015 mendatang dengan alternatif lain yang akan digunakan pada pembangkit listrik.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengupayakan untuk mengurangi penggunaan BBM pada pembangkit listrik. Kementrian ESDM tersebut menyebutan penggunaan BBM untuk tahun depan akan ditekan ke angka 8,5 persen.

Hal ini diupayakan dan menjadi salah satu cara pemerintah untuk menurunkan penggunaan minyak untuk pembangkit listrik ungkap Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian ESDM, Jarman. Sehingga pada tahun 2015 mendatang BBM pada pembangkit listrik hanya 8.5 % penggunaannya.

Disebutkan pula bahwa pemerintah telah mempediksi prosentase penggunaan BBM pada pembangkit listrik di tahun 2020 mendatang hanya sebesar 1%. Dalam kata lain Penggunaan BBM pada pembangkit listrik hanya digunakan pada pembangkit listrik yang berada di wilayah terpencil saja.

Ia juga menuturkan bahwa dalam waktu dekat ini pembangkit listrik yang berada di wilayah Jawa tidak akan lagi menggunakan BBM tetapi akan lebih diarahkan untuk menggunakan CNG ( Compressed Natural Gas ) atau gas alam terkompresi. Dengan alternatif tersebut tentunya akan mengurangi pemakaian BBM untuk pembangkit listrik.

Ditambahkan bahwa untuk kedepannya trend penggunaan pembangkit listrik akan mengoptimalkan sumber batu bara dengan diaplikasikan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Disamping itu Pemerintah juga akan mengupayakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.

Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) nantinya juga akan dibangun untuk peak atau mengantisipasi penggunaan listrik beban puncak seperti yang terjadi di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta.

Untuk diketahui pengurangan penggunaan BBM pada pemangkit listrik ini tentunya akan menghemat anggaran pemerintah karena akan mengurangi jumlah subsidi listrik. Biaya produksi listrik dengan menggunakan BBM membutuhkan biaya hingga 30 sen per kWh. Sementara untuk biaya produksi listrik menggunakan gas hanya 11 sen per kWh dan penggunaan batu bara hanya mencapai 6 sen per kWh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here