Kurs Rupiah Menguat Tipis Namun Masih Rawan Tekanan

0
3594
Kurs rupiah

Smeaker.comKurs rupiah atau nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing sempat menguat tipis setelah mengalami pelemahan terparah beberapa hari terakhir ini diantara mata uang Asia lainnya. Meskipun telah menguat tipis namun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya masih rawan tekanan jika menghadapi berbagai macam kebijakan yang diambil Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed.

Seperti yang telah kita tahu kurs dollar di empat bank besar di Indonesia, rupiah masih betengger di angka 12.000 an per dollar AS. Dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya juga melemah. Namun di awal bulan Oktober ini kurs rupiah menguat tipis meskipun masih rawan tekanan dari The Fed.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) di Bank Indonesia (BI) pada hari ini (1/10/2014) mencatatkan bahwa nilai tukar rupiah menguat hingga 24 poin ke level 12.188 per Dollar Amerika Serikat. Sementara pada perdagangan sebelumnya, nilai tukar rupiah terpantau melemah hingga level 12.212 per dollar Amerika Serikat (USD).

Sementara di Bloomberg, data valas (valuta asing) nilai tukar rupiah juga terpantau menguat meski dibuka menguat tipis pada level 12.182 per dollar AS. Sementara pada perdagangan sebelumnya rupiah tercatat di level 12.187 per dollar AS.

Pada perdagangan hari ini (01/10/2014) nilai tukar rupiah menguat 0,03 persen. Dan hingga siang ini nilai tukar rupiah atau kurs rupiah terhadap Dollar AS masih terjebak di level 12.175 hingga 12.209 per dollar AS.

David Sumual selaku Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menuturkan bahwa nilai tukar rupiah masih cukup rawan atau rentan melemah. Pasalnya data – data ekonomi AS yang terus menunjukkan perbaikan. Hal tersebut tentu akan membuat nilai tukar Dollar semakin menguat dan akan menjadi tekanan bagi beberapa mata uang di Asia.

Dalam sebulan terakhir ini memang nilai tukar rupiah semakin anjlok ke level paling rendah dibandingkan mata uang di Amerika Serikat. Hal tersebut dikarenakan banyaknya penarikan dana asing dalam persiapan hadapai kenaikan suku bunga AS oleh The Fed yang diprediksi akan terealisasi di tahun depan.

Gundy Cahyadi, salah satu Ekonom DBS Group Holdings Lts di Singapura menyebutkan bahwa nilai tukar rupiah di lebel 12.000-an sudah terlampau lemah. Dia pun memerkirakan bahwa dalam sepekan ini, kurs rupiah masih akan terus tertekan dan terjebak di kisaran 12.074 – 12.220 per Dollar AS. Ia juga menambahkan bahwa Indonesia masuk salah satu negara yang paling beresiko terhadap dampak apapun atas kebijakan The Fed atau Bank Sentral Amerika Serikat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here