BBM Subsidi Harusnya Tidak Boleh Naik Hingga Rp 3.000

0
2619
BBM ( Bahan Bakar Minyak )

Smeaker.comBBM subsidi memang direncanakan akan dinaikkan harganya seiring dengan neraca pemerintah yang terus mengalami defisit juga pendistribusian BBM ( Bahan Bakar Minyak ) Subsidi yang memang kurang tepat sasaran. Karena banyak kalangan dengan perekonomian mapan yang terpantau banyak menikmati BBM subsidi yang harusnya untuk masyarakat tidak mampu.

Dan kini rencana kenaikan harga BBM subsidi nampaknya akan terealisasi, pasalnya tim transisi Jokowi-JK telah memutuskan waktu dan besarnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi.Untuk diketahui tahun ini kuota Bahan Bakar Minyak sebesar 46 kiloliter (kl) diperkirakan akan segera habis jika pemerintahan baru (Jokowi – JK) tidak menaikkan harga BBM.

Usulan besar kenaikan harga BBM subsidi adalah pada kisaran Rp 1.5000 hingga Rp 3.000 per liter. Namun banyak pihak menyebutkan bahwa kenaikan harga pada angka Rp 3.000 terlalu memberatkan khususnya untuk masyarakat dengan perekonomian rendah.

Pengamat minyak dan gas bumi dari Center for Petroleum and Energy Economics Studies, Kurtubi menyebutkan bahwa jika BBM subsidi naik Rp 3.000 itu sama saja pihak Pertamina menaikkan harga 100 persen. Tentunya hal ini berdampak pada rakyat. BBM subsidi harusnya tidak boleh naik hinga Rp 3.000.

Jika memang Pemerintah Jokowi-JK akan menaikkan harga jual premium dan solar subsidi, maka kenaikan yang tepat dan pas adalah pada kisaran angka Rp 2.000 per liter agar tidak membebani masyarakat.

Untuk kita tahu bahwa didalam draft Rancangan Undang – Undang APBN 2015 telah ditetapkan bahwa kuota BBM subsidi sebesar 46 juta kiloliter (kl). Namun besaran tersebut masih dapat disesuaikan dengan APBN-P (Anggaran Pendapatan Belanja Negara – Perubahan )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here