Jokowi Bubarkan Petral, Berimbas Biaya Pengadaan BBM Naik

0
1646
Pembubaran Petral

Smeaker.com – Pemerintahan baru dari presiden terpilih yakni Joko Widodo ( Jokowi) berencana untuk membubarkan anak usaha dari PT Pertamina yakni PT Pertamina Energy Trading Ltd (Petral). Pembubaran Petral yang beralasan untuk memberantas mafia migas ini akan berimbas pada peningkatan biaya pengadaan bahan bakar minyak ( BBM) di Indonesia yang tentunya dapat memberikan kerugian besar pada negara.

Untuk informasi, Petral ( Pertamina Energy Trading Limited) merupakan anak usaha dari induk PT Pertamina. Keberadaan Petral yang bermarkas di Singapura memiliki fungsi untuk melakukan jual beli minyal. Petral membeli minyak dari mana saja untuk selanjutnya akan di jual ke PT Pertamina. Adapun alasan keberadaan Petral di Singapura karena memang Singapura menjadi pusat trading penjualan minyak dan gas bumi secara internasional. Namun apakah alasan Jokowi bubarkan Petral yang berda di negeri Singa tersebut ?

Pembubaran petral merupakan salah satu komitmen pemerintahan Jokowi untuk memberantas mafia migas. Hal tersebut akan diwujudkan dengan membentuk satgas antimafia migas yang diharapkan akan bekerja secara efektif.

Di dalam rencana tim transisi pemerintahan Jokowi – JK, pembubaran petral adalah bagian dari langkah perbaikan sejumlah regulasi di sektor migas. Hal tersebut ditujukan untuk menutup peluang bermunculannya mafia migas baru yang dapat merugikan negara. Petral akan dibekukan untuk kemudian diadakana audit investigatif terhadapnya. Sementara tugas pembelian minyak mentah ataupun bahan bakar minyak (BBM) akan dilakukan sendiri oleh PT Pertamina di Indonesia.

Airlangga Hartarto slaku Ketua Komisi VI DPRD menuturkan bahwa keberadaan Petral di Singapura dilihat dari segi transaksi cukup menguntungkan negara dikarenakan akan membantu memperoleh pembebasan pajak saat transaksi pembelian minyak. Namun efek pembubaran petral berimbas pada biaya pengadaan BBM tentunya.

Sementara jika petral dibubarkan dan akan dijalankan di Indonesia oleh badan pengganti maka dapat dipastikan akan berpengaruh pada biaya pengadaan BBM naik dikarenakan akan dikenakan pajak. Sementara dari DPR sendiri setuju terkait pembubaran petral.

Efendi Simbolon selaku anggota Komisi VII DPR menyebutkan bahwa pemerintahan baru merencanakan akan melebur Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan petral menjadi satu perusahaan BUMN yang direncanakan akan dilakukan ppada 1 Januari 2015 mendatang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here