Harga Jual Tebu Turun Sebabkan Petani Tebu Merugi

0
2370
Harga Jual tebu

Smeaker.com – Para petani tebu dibeberapa wilayah mengaku merugi pada musim panen tahun ini dikarenakan harga jual tebu yang terus turun. Hal tersebut terpantau pada petani tebu di Malang.

Musim penggilingan memang telah berlangsung sejak awal musim kemarau lalu, namun terus dibarengi dengan anjloknya harga jual tebu. Penurunan harga tersebut dikarnakan rendemen tebu turun sehingga petani tidak dapat menutupi biaya perawatan yang telah dikeluarkan selama ini.

Salah satu petani di Kecamatan Turen, Malang menuturkan bahwa setiap hektar biaya produksi meliputi pupuk serta ongkos pekerja mencapai angka Rp 22 juta sekali musimya. Sedangkan dari hasil penjualannya sendiri hanya menghasilkan Rp 16 juta. Petani tebu tentunya merugi sebesar Rp 6 juta per hektarenya.

Para petani di Malang tersebut juga telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Bupati Malang dan menyebutkan bahwa harga jual tebu yang turun sebabkan banyak petani tebu yang merugi dan akan beralih menanam komoditas pangan lain seperti palawija jika harga jual tebu masih rendah.

Rendra menanggapi keuhan para petani Tebu tersebut dengan menyampaikan bahwa dua pabrik gula di Malang menjanjikan akan mengatasi rendahnya rendemen tebu yang hingga kini berada pada angka 7.dibanding 25 tahun lalu yang dapat berada pada angka 8. Dua pabrik gula di Malang tersebut berjanji akan memperbaiki rendemen tebu sehingga naik menjadi 8 hingga 9. Pemerintah sendiri akan melakukan penelitian terkait turunnya rendemen tebu yang diikuti turunnya harga jual tebu.

Sementara total lahan perkebunan tebu di Malang mencapai 43 hektare yang menyebar di 33 kecamatan. Hasil tebu dari lahan petani di Malang ini hanya disetorkan ke dua pabrik gula di Malang dan dilarang untuk dibawa keluar wilayah malang.

Penurunan harga jual tebu juga dipicu kebijakan pemerintah yang tidak membatasi jumlah impor gula. Pemerintah terus meningkatkan impor gula padahal ironisnya dibeberapa wilayah stok gula lokal yang dimiliki bahkan berlebihan. Sebut saja di pabrik gula (PG) petani tebu rakyat (PTR) di Jawa Timur. Hingga awal bulan Agustus 2014 stok gula di jatim tercatat capai angka 410.821 ton.

Impor gula yang berlebihan tersebut tentunya memicu anjloknya harga gula putih lokal yang membuat sejumlah petani tebu di wilayah Jatim rugi besar.

Hingga September 2014 ini penurunan harga gula cukup besar menyentuh titik terendah dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, yakni pada harga Rp 8.100 per kg. Padahal faktanya, Kementerian Perdagangan telah mengeluarkan SK nomor 45/M-DAG/Per/8/2014 8 Agustus 2014 tentang perubahan atas peraturan Menteri Perdagangan No 25/M-DAG/PER/5/2014 berisi penetapan harga gula kristal putih 2014 petani sebesar Rp 8.500 per kg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here