Waduh, Begini Cara Peretas Diam-diam ‘Nguping’ Obrolan di WhatsApp!

0
3443
WhatsApp Business
Copyright©dignited

Ngeri, Begini Cara Hacker Mata-matai Percakapan di WhatsApp!

Smeaker.com – Belum lama ini dikabarkan bahwa peretas alias hacker telah mematai-matai percakapan di aplikasi WhatsApp. Adanya kabar kurang mengenakkan ini pun telah diungkapkan oleh periset keamanan seperti yang dilansir di laman Suara.com.

Dua tahun yang lalu, aplikasi obrolan menambahkan ‘enkripsi end-to-end’ yang bertujuan untuk memastikan pesan teracak sehingga hanya bisa dibaca oleh orang yang ingin menerimanya saja. Namun, para ahli dari Universitas Ruhri Bochum di Jerman mengungkapkan  hal yang lain.

Para ahli ini mengungkapkan bahwa peretas dengan akses ke server aplikasi yang biasa disebut WA ini berpotensi mengundang anggota baru ke obrolan orang lain yang memungkinkan mereka untuk mendengarkan percakapan.

Baca: Anti Mainstream, Begini Cara Membuat Tulisan Terbalik di WhatsApp!

“Kerahasiaan kelompok ini rusak begitu anggota yang diundang dapat memperoleh semua pesan baru dan membacanya”Ujar Paul Rosler seorang periset Universitas Ruhr. Siapapun yang ingin meluncurkan ke DM orang lain akan memerlukan akses ke server WhatsApp.

whatsapp
Copyright ©androidpit

Dan ini pun berarti, ia harus menjadi peretas yang sangat terampil, pegawai atau pun anggota dari badan intelijen. Mereka pun juga harus menyembunyikan kehadiran mereka begitu bergabung di dalam obrolan.

Pihak WhatsApp mengungkapkan bahwa para peretas ini dengan hati-hati melihat kekurangan dan meyakinkan pengguna bahwa pesan terenkripsi mereka aman.  “Anggota yang ada diberitahukan saat orang baru ditambahkan ke kelompok WA. Kami membuat pesan agar pesan grup tidak dapat dikirim ke pengguna tersembunyi. Privasi dan keamanan pengguna kami sangat penting bagi pihak perusahaan. Itu sebabnya kami mengumpulkan sedikit informasi dan semua pesan yang dikirim ke WA bersifat end-to-end yang dienkripsi,” katanya.

Untuk keamanan, pengguna yang paling sensitif dari WhatsApp harus mempertimbangkan untuk tetap berpegang pada percakapan satu lawan satu atau beralih ke aplikasi perpesanan grup yang lebih aman. Jika tidak, mereka harus lebih waspada terhadap pendatang baru yang beralih ke percakapan pribadi.

baca juga !

Lebih Seru! Ini Dia Cara Gunakan 2 WhatsApp Dalam 1 Smartphone

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here