2 Proyek Migas di Kaltim Memiliki Nilai Signifikan untuk Indonesia

0
3295
2 Proyek Migas di Kaltim Memiliki Nilai Signifikan untuk Indonesia

Smeaker.com – Pemerintah nampaknya terus mendorong proyek industri minyak dan gas bumi (migas) yang dibuktikan dalam peresmian 2 proyek migas di Balikpapan, Kalimantan Timur oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini (15/09/2014).

Peresmian dua proyek migas tersebut bersamaan dengan beberapa proyek dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MPE3I) yang akan dilangsungkan esok.

Johannes Widjonarko selaku pelaksana Tugas Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan bahwa dua proyek migas ini memiliki nilai signifikan terhadap kinerja migas di Indonesia kedepannya.

Dua proyek migas di Kaltim tersebut adalah proyek lapangan Gas Ruby, Blok Sebuku yang dikelola oleh Mubadala Petroleum. Sementara proyek yang satunya adalah Proyek Sisi Nubi 2B, Blok Mahakam yang dipegang oleh operator Total E&P Indonesie.

Untuk proyek Ruby menelan biaya mencapai Rp 5,5 triliun sedangkan untuk proyek Sisi Nuby 2B menggunakan dana Rp 8,1 triliun. Total investasi dari kedua proyek migas tersebut mencapai Rp 13,6 triliun. Investasi tersebut terbilang cukup besar namun akan menunjukkan karakter industri hulu migas yang penuh dengan teknologi dan modal tinggi.

Widjonarko juga menuturkan bahwa nantinya proyek Ruby ditargetkan memproduksi gas sebesar 85 miliar british thermal unit per harinya (bbtud). Hasil produksi proyek ini akan dialirkan ke pembeli domestik yang salah satunya adalah Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dengan pasokan terbesar. Kontrak jual beli gas bumi oleh PKT dan Mubadala Petroleum tertanggal hingga 31 Desember 2021. Harga yang disepakati antara keduanya adalah USD 5,75 per juta british thermal unit ditambah dengan faktor tertentu sesuai harga amoniak dan urea. Pasokan pada PKT nantinya akan mendukung program ketahanan pangan Indonesia lebih baik lagi.

Sementara melanjuti proyek Sisi Nubi 2B yang terletak di lepas pantai Kutai Kartanegara dipasangkan dua wellhead platfotm baru serta jaringan pipa interkoneksi yang nantinya akan terhubung ke dua platform wellhead. Sesuai rencana pengembangan (POD) Sisi Nubi Fase 2 ini akan ditambah 35 sumur yang telah menelan biaya USD 1,033 miliar.

Presiden Mubadala Petroleum Indonesia, Chris Jones menyebutkan pihaknya akan bekerja secara efisien, tepat aktu dan aman sehingga akan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sementara President & GM Total E&P Indonesie, Hardy Pramono mengungkapkan Sisi Nuby melibatkan 1200 orang dan 42 apal berbagai jenis dengan harapan produksi migas dapat menambah dukungan bagi pembangunan nasional.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here