WhatsApp Terancam di Meja Hijaukan Karena Emoji Jari Tengah

0
353

WhatsApp Dianggap Melanggar Hukum India Gara-Gara Emoji Jari Tengah

Smeaker.com – Gurmet Singh sebagai salah satu pengacara yang berasal dari India, dikabarkan telah melayangkan sebuah surat guagatan terhadap WhatsApp dengan tulisan agar layanan pesan instan tersebut segera menghapus salah satu emoji yang dianggap melanggar hokum India, yakni emoji jari tengah.

Dengan pengajuan tuntutan tersebut, Gurmet memberikan kurun waktu dalam 15 hari setelah diajukannya tuntutan. Alasan mereka melayangkan gugatan tersebut karena dengan adanya emoji berjari tengah ini telah dikatakan tidak sopan dan dianggap sebagai sikap cabul.

Baca Juga : Edward Snowden Ciptakan Aplikasi Haven, Pengubah Ponsel Android Menjadi Mata-Mata

“Sesuai hukum pidana India pasal 354 dan 509, menunjukkan tindakan yang dianggap amoral, cabul, dan sikap menyinggung kepada wanita adalah sebuah pelanggaran. Penggunaan gestur yang cabul, menyinggung dan amoral oleh siapapun, dengan ini dianggap ilegal,” tulisnya dalam catatan legal seperti yang telah dilansir oleh KompasTekno dari Gadget Now, pada Kamis (28/12/2017).

Dengan begitu dapat dikatakan bahwa Pasal 354 dan 509 telah mencantumkan hokum pidana di India terkait dengan perlindungan wanita dan pelecehan seksual dan ia juga menambahkan bahwa memberlakukan hokum yang sama juga tertera dalam Pasal 6 Peradilan Pidana Irlandia.

Copyright©nextren.com

Dengan menawarkan penggunaan emoji jari tengah di aplikasi Anda (WhatsApp), Anda secara tidak langsung bersepakat untuk mendukung tindakan menyinggung, cabul, dan amoral,” tambahnya.

Dengan demikian, karena datangnya sebuah tuntutan ini, WhatsApp harus sesegera mungkin untuk memusnahkan salah satu emoji yang menggambarkan jari tengah tersebut pada layanan pesan instannya.

Dan jika pihak WhatsApp menolak untuk menghapusnya, maka Gurmet akan membawa masalah ini berlanjut ke meja hijau sebagai salah satu kasus pidana.

Akan tetapi, nampaknya WhatsApp telah mengtakan bahwa mereka tidak akan mengubah atau menghapus emojinya tersebut. “Kami tidak berencana mengubah apapun paa daftar emoji saat ini,” jelasnya.

Dengan demikian, perlu diketahui bahwa emoji tersebut telah hadir pada tahun 2015. Usai dua tahun ini, mengapa emoji tersebut baru dipermasalahkan? Padahal sudah dua tahun menetap di aplikasi layanan instan tersebut dan telah hadir di Android dan iOS.

Baca Juga : Jangan Main-Main! Aplikasi Ini Ciptakan Virus Berbahaya Bagi Komputer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here