Harga Minyak Mentah Turun Hampir 3 Persen dalam Seminggu

0
2191

Smeaker.comHarga minyak mentah berjangka kembali mengalami penurunan pada Jumat Sore ( waktu Now York ) atau Sabtu Pagi WIB ( 6/9/2014) terkait dikeluarkannya laporan tenaga kerja Amerika Serikat yang dinyakan lebih rendah dari perkiraan perlaku pasar.

Dilansir dari marketwatch, minyak mentah jenis Light Sweet mengalami penurunan sebesar 1,2 persen ke level 93,29 dolar AS per barelnya untuk pengiriman bulan Oktober di New York Mercantile Exchange. Maka jika ditotal dalam seminggu, penurunan harga minyak mentah jenis Light Sweet mencapai 2,8 persen atau hampir mnedekati 3 persen.

Sementara untuk minyak mentah jenis Brent di Bursa ICE Futures London menunjukkan penurunan 1 persen atau US$ 1,01 menjadi US$ 100,82 per barel. Sehingga penurunan harga minyak jenis Brent ini mencapai 2,3 persen dalam seminggu.

Harga minak mentah tersebut mengalami tekanan dikarenakan data tenaga kerja Amerika Serikat tidak sesuai dengan prediksi awal. Laporan yang dikeluarkan menyebutkan penambahan pekerjaan di Amerika Serikat ( AS ) bulan Agustus sebesar 142 ribu lapangan pekerjaan baru. Padahal pelaku pasar dan para analis telah memprediksi penambahan pekerjaan di AS mampu mencapai 228 ribu lapangan kerja baru.

Maka dampak yang akan terjadi dari laporan tersebut adalah minimnya lapangan kerja baru akan membuat pelaku pasar berpandangan akan terjadi pengurangan permintaan untuk komoditas minyak. Kedua dengan rendahnya data tersebut kemungkinan Janet Yellen selaku Gubernur Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga lebih lambat dari perkiraan.

Penurunan harga minyak mentah sejak bulan Juni kemarin akan segera berakhir dikarenakan Analis Citi Futures, Tim Evan menyatakan secara teknis masih akan ada kemungkinan harga minyak kembali merangkak naik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here