Atasi Kencanduan Smartphone dengan Produk Ini!

0
1752
Copyright ©Rona

Atasi Kencanduan Smartphone dengan Produk Ini!

Smeaker.com – Kini semakin banyak orang yang dibuat kecanduan oleh smartphone. Rupanya salah satu penyebab yang menjadi pertanda bahwa perangkat ini membuat penggunanya ketagihan yakni kebiasaan kerap membuka smartphone.

Hal ini memang sudah biasa dilakukan oleh sebagian besar orang, bahkan meski tak ada pemberitahuan yang masuk. Melihat kejadian ini, membuat Klemen Schillinger menciptakan sebuah inovasi yang ia beri nama Subsitute Phones yang berguna Atasi Kecanduan Smartphone.

Sesuai dengan namanya, rupanya produk tersebut adalah pengganti smartphone bagi orang yang tak bisa lepas dari smartphone-nya. Seperti yang dilansir oleh The Verge pada hari Selasa 28 November 2017, produk itu dibuat dari plastic berkualitas tinggi yang diletakkan batu didalamnya.

BACA JUGA: 5 Tips Mudah Dapatkan Skin Mobile Legends ‘Free to Click’!

Kemudian batu-batu tersebut diatur pada beberapa pola sehingga mampu memberikan sensai tengah bermain smartphone bagi si pengguna. Susunan batu bisa disesuaikan dengan kebiaasaan pengguna seperti scroller, swiper, termasuk zoomer.

Copyright ©tech crunch

“Produk ini menawarkan pendekatan terapis untuk membantu pengguna smartphone yang mulai kecanduan,” Tulisnya dalam sebuah aku resmi. Usut punya usut, produk tersebut diakui terinspirasi dari seorang penulis bernama Umberto Eco.

BACA JUGA: Mozilla Firefox Hadirkan Penanda untuk Ketahui ‘Situs Pernah Diretas’!

Schillinger mengatakan bahwa dirinya merasa terganggu dengan hal yang biasa dilakukan oleh orang-orang tak terkecuali dirinya yang kerap melihat smartphone. Schillinger berupaya Atasi Kecanduan Smartphone dengan mengikuti gaya Umberto yang memutuskan berhenti merokok dengan menghisap tongkat biasa.

Selain Smartphone, internet pun juga membuat para penggunanya merasa ketagihan. Melihat fenomena ini, Brasil mendirikan sebuah lembaga untuk membantu orang bisa sembuh dari kecanduan internet.

Instituto Delete fokus pada adiksi internet dan smartphone yang beri nama nomophobia. Yang merupakan gabungan dari kata “no”, “mobile”, dan “phobia”.

Tujuan lembaga ini tak lain untuk membantu orang menjadipribadi yang lebih bertanggung jawab lagi. berfokus pada penanganan bukan berarti lepas smartphone secara total dari kehidupan, melainkan cara pemakaian sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Pasien yang ingin mengunjungi lembaga tersebut akan menjalani tes guna mengetahui jenis ketergantungan seperti apa yang dimiliki si pasien itu. Kemudian pasien akan dipisahkan dalam tiga kelompk, tergantung tingkat serta adiksi, dan kemudian akan dilakukan penanganan.

BACA JUGA: Gegara Video Tak Pantas, YouTube Jadi Ditinggalkan Pengiklan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here