Beras BULOG Berkutu Beredar di Masyarakat

0
4823
Beras BULOG berkutu

Smeaker.com – Beras miskin (Raskin) yang didistribusikan oleh BULOG (Badan Urusan Logistik ) beberapa waktu lalu diketahui berkutu dan tidak layak untuk konsumsi beredar di masyarakat. Padahal beras Bulog yakni raskin yang diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu seharusnya memiliki kualitas yang sama dengan beras komersil lainnya.

Kepala Bulog yakni Sutarto Alimuso (1/9/2014) di Gedung DPR, Jakarta menuturkan bahwa seharusnya tidak ada beras berkutu yang sampai pada konsumen apabila seluruh komponen bergerak dengan baik. Di misalkan adalah pada tingkat pendistribusian, dan harusnya pemerintah daerah setempat melakukan pengecekan sebelum disalurkan pada masyarakat. Apabila ditemui beras berkutu dan tidak layak konsumsi, maka dapat dikembalikan ke bulog dan akan diganti.

Beras Bulog berkutu yang ditemui di masyarakat seharusnya tidak akan ada jika penyimpanan dan pendistribusian dari pihak Bulog benar-benar memadai dan berjalan baik. Tidak hanya pada saat penyimpanan, namun saat pendistribusian juga harus di cek kualitas dari beras yang akan disalurkan ke masyarakat.

Direktur Bulog tersebut juga menyebutkan bahwa beras berkutu yang di temui pada beras Bulog dikarenakan infeksi lantaran sudah terlalu lama disimpan di gudang Bulog. Sedangkan gudangnya sendiri tidak kedap udara sehingga memungkinkan kualitas beras yang disimpan lama tersebut tidak terjaga dan bahkan rentan adanya kutu. Disisi lain Gudang yang kedap udara cukup mahal dan akan memberatkan pemerintah.

Sutarto Alimuso juga menambahkan bahwa pihak Bulog mengelola lebih 2 juta ton beras setahun sehingga beras yang ada memang tersimpan selama setahun lebih. Dia juga menghimbau apabila masyarakat menemukan beras bulog berkutu dan tidak layak konsumsi dapat mengembalikanya.

Penyimpanan beras di Gudang Bulog yang memakan waktu satu tahun lebih dikarenakan kondisi panen di Indonesia yang tidak merata. Pihak Bulog membeli beras pada petani sekarang dan baru akan disalurkan nanti. Masa penyimpanan di Gudang cukup rentan terinfeksi kutu. Namun Alimuso menyebutkan kutu bisa datang tidak hanya saat di gudang penyimpanan, namun bisa saat di sawah, di penggilingan atau bahkan pada saat pengangkutan. Namun pihak Bulog akan tetap melakukan perawatan dengan baik terhadap raskin berkutu tersebut dan akan mengantisipasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here