Tarif Dasar Listrik (TDL) Naik di Awal September

0
1148
Tarif Dasar Listrik (TDL) Naik 1 September 2014

Smeaker.com – Awal September tepatnya pada tanggal 1 September 2014 ini pemerintah telah melakukan kebijakan untuk menaikkan tarif dasar listrik (TDL). Memang sebelumnya tarif dasar listrik telah dinaikkan pada bulan Juli lalu, dan pada awal September ini memasuki tahap 3 sejak kebijakan penaikan tarif dasar listrik pada Mei-Juli 2014 lalu.

Menteri ESDM telah mengkonfirmasi (31/08/2014) delapan golongan pelanggan yang akan dikenakan kenaikan TDL. Berdasarkan peraturan Menteri ESDM Nomor 9 tahun 2014 kenaikan tarif listrik dikenakan untuk golongan I-3 go publik (industri Menengah Terbuka) yang naik 8,6 persen setiap 2 bulan menjadi Rp 1.027/kWh.

Kenaikan tarif listrik juga dikenakan pada golongan I-4 (Industri besar) yang alami kenaikan 13.3 persen setiap dua bulan menjadi Rp 1.051/kWh. Kedua golongan tersebut telah mengalami kenaikan tarif listrik sejak 1 Mei 2014 dan pada 1 September ini menjadi tahap ke-3 kenaikan TDL.

Sementara berdasarkan peraturan Menteri ESDM nomor 19 tahun 2014 kenaikan tarif dasar listrik (TDL) juga dikenakan terhadap 6 golongan yang naik mulai bulan Juli lalu berkala setap 2 bulan hingga bulan November.

Pertama adalah golongan I-3 non go publik (Non Tbk) akan naik bertahap sebesar 11,57 persen. Tarif istrik naik dari Rp 964/kWh menjadi Rp 1.075/kWh. Sementara yang kedua adalah golongan rumah tangga R-2 TR dengan 3.500 – 5.500 volt ampere (va) naik dari Rp 1.210/kWh naik menjadi Rp 1.279/kWh.

Sementara golongan P2 dengan daya diatas 200 kVa akan naik dari Rp 1.081/kWh menjadi Rp 1.139/kWh. Pada golongan P2 ini mengalami kenaikan 5,36 persen setiap dua bulan. Golongan R-1 (rumah tangga) dengan daya 2.200 Volt Ampere (va) akan alami kenaikan dari Rp 1.109/kWh menjadi Rp 1.224/kWh yang alami kenaikan bertahap dengan rata-rata 10,43 persen.

Selanjutnya adalah golongan P-3 (Pelanggan penerangan Jalan Umum) akan mengalami kenaikan 10,69 persen dari Rp 1.104/kWh menjadi Rp 1.221/kWh. Selanjutnya pada golongan R-1 (pelanggan Rumah Tangga) dengan daya 1.300 Va akan alami kenaikan dari Rp 1.090/kWh menjadi Rp 1.214/kWh dengan tingkat kenaikan sebesar 11,36 persen. Keenam golongan tersebut telah memasuki tahap kedua.

Dirjen Ketebaga listrikan Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Jarman menyebutkan dari kenaikan tarif dasar listrik tersebut maka dapat menghemat Rp 8,85 triliun dari penggabungan golongan I-3 Tbk dan golongan I-4. Sedangkan dari penggabungan enam golongan lain didapat penghematan sebesar Rp 8,51 triliun. Dan pada bulan November 2014 mendatang ke delapan golongan yang disebutkan diatas sudah tanpa subsidi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here