Usai Gerhana Bulan Parsial, Gerhana Matahari Total Siap Menerpa Bumi!

0
765
Gerhana Matahari Total
Copyright©pacitanku

Usai Gerhana Bulan Parsial, Gerhana Matahari Total Siap Menerpa Bumi!

Smeaker.com – Seluruh penghuni Bumi baru saja dimanjakan dengan kemunculan Gerhana Bulan Parsial. Tak hanya disitu, sensasi alam yang begitu fenomenal ini masih dapat dinikmati lagi dengan Gerhana Matahari Total yang akan datang.

Di tahun-tahun sebelumnya, khususnya tahun kemarin yakni 2016 terjadi Gerhana Matahari Total yang telah sambangi Indonesia. Terjadinya Gerhana Matahari Total tersebut melintasi wilayah bagian barat sampai ke timur Indonesia. Pada 2017 ini, Gerhana Matahari Total akan kembali menggelapkan Bumi, tepatnya berlangsung di Amerika Serikat.

Mengutip dari detikINET, Rabu (9/8/2017), tepatnya Gerhana Matahari Total terjadi pada tanggal 21 Agustus. Dengan kata lain, negeri dengan julukan Paman Sam tersebut terakhir kali merasakan peristiwa tersebut pada 1918 silam. Itu artinya, Gerhana Matahari Total ini menyambangi lagi hampir satu abad kemudian.

Baca Juga Satelit Telkom 3S Sukses Diluncurkan ke Angkasa, Netizen Ramai-ramai Ucapkan Selamat!

Adapun wilayah yang dilintasi Gerhana Matahari Total ini adalah wilayah Salem, Oregon dari pukul 10.00 waktu setempat. Kemudian, gerhana akan melintasi wilayah Casper, Wyoming, Kansas City, St Louis, Nashville, Tennesse, Charleston dan berakhir di Carolina Selatan. Perkiraan Matahari tertutup total oleh Bulan ini berlangsung sekitar tiga menit, tergantung seberapa dekat Anda di garis tengah dalam menyaksikannya.

Gerhana Matahari Total
Copyright©liputan6

Bukan hanya menghinggap masyarakat umunya saja, akan tetapi ilmuan NASA juga cukup antusias menyaksikan pertunjukan alam ini. Quartz menyebutkan NASA menyiapkan dua pesawat jet WB-57F untuk meneliti Gerhana Matahari Total secara langsung di angkasa. “Ini adalah misi pertama untuk astronomi udara,” ujar Amir Caspi, Astrofisikawan Matahari yang berkolabirasi dengan Southwest Research Institute.

Baca Juga Dilanda Fenomena Equinox, Suhu di Indonesia Akan Naik 40 Derajat Celcius?

Pesawat tersebut di lengkapi dengan ua buah teleskop yang terpasang di hidung jet untuk mengawasi detik-detik terjadi Gerhana Matahari Total. Kedua jet diproyeksikan terbang sejajar terpisah 70 mil untuk mengejar jalur yang dilalui Gerhana Matahari Total di AS ini. Penelitian di atas ketinggian 50 ribu kaki ini diharapkan dapat memberikan kualitas pengamatan lebih baik karena terhindar dari tertutupnya awan saat melakukan pengamatan di darat.

Baca Juga Sambut Gerhana Matahari Total 2016, Menkominfo Minta Semua Operator Bersiap Diri !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here