Google, Apple dan Microsoft Ikut Tanda Tangani Gugat Kebijakan Donald Trump!

0
951
Google
Copyright©pikiran-rakyat

Google, Apple dan Microsoft Ikut Tanda Tangani Gugat Kebijakan Donald Trump!

Smeaker.com – Nampaknya instruksi Trump tengah menuai reaksi perihal larangan masuknya terhadap warga dari tujuh negara muslim. Lantas, dengan hal ini sekitar 100 persuhaan dalam bidang IT secara bersamaan mengajukan gugatan terkait kebijakan tersebut. Perusahaan tersebut juga terdiri atas perusahaan besar seperti Apple Inc, Google Inc, dan Microsoft Group yang turut ikut melakukan gugatan ke Pengadilan San Francisco.

Bagi mereka, ini tentu saja sangat merugikan bisnis Amerika, dan dapat mendorong banyak perusahaan untuk memindahkan basis operasinya dari Amerika. Demikian menurut mereka yang menilai instruksi presiden tersebut tidak patut. Selanjutnya, perusahaan ke- 127 yang turut serta meramaikan adanya gugatan tersebut yakni perusahaan milik Elon Musk dan SpaceX.

Musk sendiri merupakan anggota dewan penasihat ekonomi Trump yang terus dipertahankan. Setelah sebelumnya Kepala Eksekutif Uber Technologies Inc, Travis Kalanick keluar dari dewan tersebut karena inpres anti imigran.

Seperti apa aksi mereka untuk tidak menyetujui adanya gugatan tersebut, berikut bisa disimak mengenai isi berkas gugatan kepada Trump.

Google
Copyright©pikiran-rakyat

“Imigran berkeahlian tinggi akan lebih tertarik bekerja di luar negeri, di tempat-tempat di mana mereka dan kolega-koleganya bisa bebas berpergian dan dengan jaminan bahwa status imigrasi mereka tidak tiba-tiba dicabut”

“Perusahaan-perusahaan multinasional akan memiliki insentif besar jika memiliki basis operasi di luar Amerika Serikat atau memindahkan atau mempekerjakan karyawan dan berinvestasi di luar negeri. Pada akhirnya para pekerja dan ekonomi Amerikalah yang bakal menderita”

Alasan mereka dalam menindak gugatan ini ialah inpres ini telah membuat bisnis mereka tidak menentu. Adapun perusahaan-perusahaan yang memprakarsai hal itu antara lain Facebook Inc, Twitter Inc, Intel Corp, eBay Inc, Netflix Inc dan Uber Technologies Inc, serta dua perusahaan non IT, yakni Levi Strauss & Co dan Chobani Llc.

Menurut mereka, alasan itu dikarenakan perusahaan IT bergantung kepada bakat dari luar Amerika dan perjalanan bisnis global guna mencari inovasi dan menciptakan lapangan kerja lebih luas lagi di Amerika Serikat.

Baca Juga Inilah 5 Fitur Rahasia Google yang Wajib Kamu Ketahui!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here