YouTube, Microsoft, FB dan Twitter Siap Bersatu Perangi Teroris Lewat Database Sidik Jari!

0
1550
YouTube
Copyright ©kul.vn

Sejumlah Perusahaan Internet Raksasa Asal AS Bersatu Perangi Teroris !

Smeaker.comEmpat raksasa internet asal Amerika Serikat yakni Facebook, YouTube, Twitter, serta Microsoft menyatakan kesiapan mereka untuk bersatu dalam memerangi tindak terorisme. Bentuk kolaborasi keempatya bakal direalisasikan dengan berbentuk sebuah database yang berisikan berbagai foto dan video, yang sebelumnya digunakan untuk merekrut atau promosi kegiatan terorisme.

Keempat perusahaan teknologi tersebut dikatakan akan menggunakan sebuah teknologi, dimana ia dapat membaca sidik jari digital konten atau video. Selanjutnya, konten yang terkumpul dari hasil pemindaian bakal disimpan dalam sebuah wadah besar yang dapat diakses masing-masing perusahaan.

Berawal dari situ, masing-masing perusahaan itu akan bisa meninjau konten, serta menentukan apakah konten tersebut melanggar aturan pakai layanan atau tidak. Apabila ditemukan pelanggaran, konten tersebut secara langsung bakal dihapus agar tak muncul di platform YouTube atau lainnya. Dalam pernyataan resminya, keempat perusahaan tersebut menyatakan jika dalam layanan mereka tidak akan ada ruang untuk konten yang mengandung promosi terorisme.

YouTube
Copyright ©france24

Cara kerjanya, ialah setiap konten foto dan video yang ditandai dan masuk dalam database tersebut bakal secara otomatis dihapus dari YouTube, Facebook, Twitter, maupun layanan yang diberikan Microsoft. Sebagaimana telah dijanjikan keempatnya, masing-masing perusahaan akan mengecek secara manual sebelum akhirnya mengambil keputusan bersama.

Selain itu, sebelum ini keempat perusahaan tersebut juga diketahui pernah melakukan kerja sama serupa. Pasa waktu itu, targetnya ialah konten yang terkait dengan tindak asusila pada anak-anak di bawah umur. Teknik yang digunakan untuk mencegah persebaran konten itupun sama dengan yang digunakan sekarang ini.

Yakni dengan menandai konten, memasukkannya ke database besar, lalu ditinjau ulang untuk kemudian dihapus jika dinilai melanggar aturan. Dengan begitu, baik YouTube, Facebook, Twitter, dan Microsoft dapat merundingkan tentang konten tersebut sebelum akhirnya memilih untuk membiarkannya tersebar, atau dihapus dari layanannya masing-masing.

Baca Juga : YouTube Kini Sedang Membunuh Pelan-Pelan Industri Musik, Benarkah ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here