Google Doodle Hari Ini : Animasi Keren Peringati Hari Sumpah Pemuda !

0
395
Hari Sumpah Pemuda
Copyright ©hargatop

Makna Sejarah Dibalik Hari Sumpah Pemuda Yang Diperingati Google Doodle Hari Ini

Smeaker.comJum’at, 28 Oktober 2016, sang raksasa internet Google kembali menghadirkan sebuah animasi keren yang ditampilkan pada bagian utama laman pencariannya. Kali ini, Google Doodle dibuat tak lain untuk ikut memperingati Hari Sumpah Pemuda yang tepat jatuh pada tanggal 28 Oktober.

Guna memperingati Hari Sumpah Pemuda, Google Doodle ditampilkan sebagai sebuah animasi kedaerahan yang tetap mengedepankan citra persatuan yang kuat. Menariknya, pada animasi tersebut juga akan ada kalimat ‘Satu Tanah Air’, ‘Satu Bangsa’, dan ‘Satu Bahasa’ yang dimunculkan secara bergantian di atas desain Google Doodle, jika tombol play diklik.

Ketiga kalimat tersebut tentu saja merujuk pada isi Sumpah Pemuda yang dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 silam. Sebagai tambahan pengetahuan, sebutan Sumpah Pemuda sendiri merujuk pada isi putusan Kongres Pemuda Kedua yang digelar selama dua hari, yakni tanggal 27-28 Oktober 1928 di Jakarta.

Hari Sumpah Pemuda
Copyright ©lensaremaja

Putusan tersebut pun berisikan berbagai cita-cita luhur yang akan memicu lahirnya tanah air, serta sebuah bangsa besar bernama Indonesia yang menggunakan bahasa Indoesia sebagai bahasa persatuan. Kala diadakannya rapat hari pertama di gedung Katholieke Jongenlingen Bond, yang kini masuk dalam kawasan Lapangan Banteng, Jakarta. Ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap, kongres tersebut dapat memperkokoh semangat persatuan.

Selain itu, Moehammad Yamin juga memaparkan tentang makna yang banyak terkandung pada hubungan antara pemuda dan upaya-upaya persatuan. Beliau berpendapat, ada lima unsur utama yang menjadi media pemersatu kala itu. Kelima unsur yang disebutkan Moehammad Yamin ialah, sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, serta keinginan luhur.

Sedangkan pada rapat kedua yang digelar pada 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop, dibahas tentang pendidikan. Sarmidi Mengoensarkoro dan Poernomowoelan yang menjadi pembicara juga menyampaikan, jika generasi penerus harus memperoleh pendidikan kebangsaan yang seimbang, baik di sekolah formal maupun di lingkungan tempt tinggalnya.

Baca Juga : Google Doodle Hari Ini : Semarakkan Semangat Para Atlet Difabel di Paralimpiade 2016 !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY