Diduga ‘Main Curang’, Indosat Bantah Anak Usaha Patungannya Dengan XL Sebagai Kartel

0
2999
indosat
Copyright ©kompas

Indosat : One Indonesia Synergy bukan objek hukum

Smeaker.comKabar tak sedap datang dari perusahaan telekomunikasi dan anak usaha Ooredoo dari Qatar, PT Indosat Tbk (ISAT). Beberapa waktu lalu, mereka kabarnya baru saja membantah dugaan kartel anak usaha patungannya dengan PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT One Indonesia Synergy (OIS). Melalui keterangan yang diluncurkannya, pihak Indosat Ooredoo menyatakan anak usaha patungannya tersebut telah melalui prosedur yang benar dalam pembentukannya.

Deva Rachman, selaku GH Corp Communications Indosat Ooredoo, menuturkan jika pembentukan One Indonesia Synergy telah melalui proses yang benar. OIS dinilai telah dibentuk melalui konsultasi ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Selain itu, pembentukan perusahaan patungan tersebut juga telah memperoleh clearance dari pihak KPPU.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa pembentukan perusahaan itu tak menyalahi peraturan terkait persaingan usaha. Deva juga mengungkapkan “Di dalam konsultasi tersebut telah dipastikan bahwa One Indonesia Synergy bukan sebuah objek hukum UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Persaingan Usaha”.

indosat
Copyright ©trentekno

Lebih dari itu, Deva juga menuturkan jika dalam melaksanakan kegiatan perusahaannya, Indosat Ooredoo selalu mematuhi seluruh peraturan yang berlaku serta memberlakukan prinsip good corporate serta public governance.

Sementara itu sebagai informasi, saat ini Ooredoo sendiri tengah memegang mayoritas saham yang dimiliki Indosat. Ooredoo secara resmi mengakuisisi Indosat sejak tahun 2002 silam, kala pemerintah melepas 41,9 persen saham ke Ooredoo. Sehingga untuk saat ini, pemerintah Indonesia hanya memiliki 14,29 persen saham yang dimiliki Indosat, sedangkan Ooredoo bahkan telah memiliki setidaknya 65 persen, serta sisanya adalah saham milik publik.

Sebelum ini, ketua KPPU Muhammad Syarkawi Rauf menilai ada setidaknya tiga indikasi dari pembentukan anak usaha Indosat tersebut yang mempunyai potensi melanggar UU Nomor 5 Tahun 1999, terkait Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Menurut Syarkawi, “Tiga indikasi dugaan kuat yang mengarah kartel ialah dengan adanya usaha patungan itu dua perusahaan tersebut bisa bertukar informasi rahasia yang mengarah kepada price fixing, market allocation, dan output restriction”.

Baca Juga : Indosat Ooredoo Menyatakan ‘Perang’ Dengan Telkomsel Lantaran Hal Ini !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY