Kena protes Netizen, Akhirnya Grab Hapus Adegan Berdarah Pada Video Iklan #PilihAman Di Youtube !

0
673
Grab
Copyright ©jagatreview / Grab

Dapatkan Berbagai Kritik Pedas, Grab Pilih Hapus Adegan Berdarah Pada Iklannya !

Smeaker.comBeberapa waktu lalu, netizen kembali dibuat geger dengan sebuah video iklan yang banyak beredar di ranah maya. Kali ini, kehebohan datang dari iklan #PilihAman yang diluncurkan aplikasi transportasi online, Grab. Pasalya, pada iklan yang ditampilkan tersebut ada adegan berdarah yang akhirnya banyak dianggap menjelekkan ojek pangkalan.

Sontak, para netizen memberikan berbagai komentar negatif pada video yang diunggah di layanan berbagi video, Youtube pada selasa 20 September 2016, kemarin. Menanggapi hal tersebut, pihak Grab langsung melayangkan respon cepat untuk para meredakan amarah netizen.

Grab akhirya mengganti video iklan tersebut dengan cara menghapus adegan berdarahnya. Total durasi iklan yang ditayangan Grab pun dipangkas hingga 16 detik. Marketing Director Grab Indonesia, Mediko Azwar mengatakan kepada media, jika ia berharap masyarakat kini akan bisa lebih fokus pada pesan utama yang dimunculkan pergantian video iklan tersebut.

Mediko juga menambahkan, sejak awal video kampanye #PilihAman tersebut memang diciptakan guna meningkatkan kesadaran serta mendorong masyarakat untuk memaksimalkan standar keselamatan jalan di Indonesia. “Kami harap video ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap aspek keselamatan mengingat kendaraan roda dua sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari” tegasnya.

Grab
Copyright ©inforive/ Grab

Kampanye #PilihAman yang dimunculkan Grab tersebut bertujuan menekan industri kendaraan roda dua untuk menerapkan standar paling mendasar, semisalkan mewajibkan pengemudi untuk mempunyai SIM yang berlaku, serta mengikuti pelatihan berkendara secara legal.

Selain itu, pihak Grab juga kabarnya akan terus berkomitmen meningkatkan standar keselamatan secara menyeluruh. Pihak Grab juga berencana akan menjalin kerjasama dengan pengemudi ojek tradisional, guna mengingkatkan keterampilan mengemudi mereka melalui pelatihan berkendaya yang aman di kampanye #PilihAman fase berikutnya.

Sementara itu, data Badan Keselamatan Dunia (WHO) mengungkap, angka kecelakaan motor yang menyebabkan kematian di Indonesia tercacat lebih tinggi dari rata-rata. Masih banyak ditemui pengendara roda dua yang belum benar-benar peduli terhadap faktor keselamatan, seperti halnya keterampilan mengemudi.

Baca Juga : Dimulai Hari Ini : Google Maps Tampilkan Tarif Gojek dan Grab lho !

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY