Meski Pamor Tengah Turun, Pokemon Go Ajarkan Dua Pelajaran Penting !

0
1438
Meski Pamor Tengah Turun, Pokemon Go Ajarkan Dua Pelajaran Penting !

Pelajaran Penting Dibalik Game Pokemon Go

Smeaker.comSeperti yang kita ketahui, belakangan semakin gencar terdengar rumor mengatakan jika game yang beberapa minggu lalu sempat fenomenal, yakni Pokemon Go kini tengah menurun drastis. Namun, terlepas dari itu setidaknya ada dua pelajaran penting yang sekiranya dapat diambil Indonesia. Ialah Dimitri Mahayana selaku Chief Lembaga Riset Telematika Sharing Vision, Bandung yang mengatakan jika data survey pihaknya maupun firma asing memang menunjukkan penurunan drastis yang ditunjukkan permainan Pokemon Go.

Berdasarkan riset Android Headlines kepada 1.162 orang responden pemain Pokemon Go di Inggris menunjukkan, terdapat 76 persen yang menyatakan jika sudah mulai bosan dan meninggalkan game Pokemon Go tersebut. 11 persen menyatakan tidak yakni bosan, dan hanya 13 persen dari mereka yang menyatakan jika masih memainkan game Pokemon Go.

Terlepas dari itu, sejumlah isu tentang kesemalamatan juga menjadi salah satu isu besar terkait menurunnya pemain Pokemon Go. Menyikapi hal tersebut, Pokemon Go setidaknya memberikan dua pelajaran penting yang dapat diambil.

Meski Pamor Tengah Turun, Pokemon Go Ajarkan Dua Pelajaran Penting !

Yang pertama, semua pihak harus dapat melihat tren layanan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) ke depannya ialah kombinasi dari augmented reality dan IoT (Internet of Things) yang haus akan bandwitch. Keduanya digerakkan oleh tiga platform utama yang meliputi Indternet, Android, serta layanan Google Maps.

Sehingga, bukan tidak mungkin akan dapat menghadirkan layanan dan model bisnis baru dari segala bidang kehidupan. Dimitri Mengatakan, “Kita harus ambil pelajarannya bahwa konvergensi cyber space dan physical space itu melejitkan bisnis online. Kekuatan keduanya membuat nilai layanan menjadi berlipat ganda”.

Pelajaran kedua dari Pokemon Go, menurutnya kita harus dapat mengoptimalkan teknologi AR kedepannya, terutama untuk pengalaman virtual try and buy. Dengan begitu, para konsumen akan dapat mencoba sebuah produk secara virtual sehingga akhirnya tertarik untuk membelinya.

Bahkan, riset juga menunjukkan jika AR mampu menjadi kanal pemasaran yang lebih efektif untuk menciptakan mainan anak dari pola konvensional. Pasalnya, rata-rata uang pembelian menjadi lebih tinggi dengan dukungan yang lebih besar dari orang tua kepada anak.

Baca Juga : Hanya Dalam Waktu Sebulan, 15 Juta Pemain Pokemon Go Kabur. Kenapa ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here