117 Juta Akun Dijual Oleh Hacker Saat LinkedIn Berhasil Di Bobol !

0
1049
117 Juta Akun Dijual Oleh Hacker Saat LinkedIn Berhasil Di Bobol !

LinkedIn Jebol, Hacker Jarah 117 Juta Akun Untuk Dijual !

Smeaker.comDatabase situs LinkedIn kabarnya telah berhasil dijebol oleh seorang hacker bernama peace. Bahkan, sang peretas yang berhasil membobol LinkedIn tersebut menghimpun dan menjual hingga 167 akun termasuk email dan berhasil meretas hingga 117 juta password. Seperti yang disampaikan Tripware, Troy Hunt selaku peneliti keamanan mengatakan setidaknya sejumlah alamat email dan password yang dibobol dan ditawarkan oleh hacker tersebut untuk dijual, adalah merupakan informasi yang digunakan pengguna LinkedIn kala peretasan sedang berlangsung.

Hal tersebut bahkan juga dikonfirmasi oleh motherboard yang mendapatkan akses untuk menghubungi salah satu korban peretasan tersebut. Korban mengatakan jika informasi yang berhasil dicuri tersebut sama dengan password yang mereka gunakan untuk akun LinkedIn yang mereka gunakan saat ini.

Sementara itu, sebagai informasi tidak peretaan yang dialami LinkedIn tersebut memang bukanlah yang pertama kalinya. Pada tahun 2012 lalu, insiden peretasan dan pencurian informasi rahasia serupa juga dialami LinkedIn yang berhasil diketahui setelah 6,5 juta informasi akun diunggah forum asal Rusia. Hal tersebut akhirnya membuat LinkedIn harus melakukan reset password pada seluruh akun penggunanya.

117 Juta Akun Dijual Oleh Hacker Saat LinkedIn Berhasil Di Bobol !

Sementara itu, himbauan juga dikemukakan LinkedIn untuk mereka yang belum mengganti passwordnya sejak insiden di tahun 2012 lalu untuk segera merubahnya. Selain itu, pengguna juga disarakan untuk tak menggunakan password dengan kata-kata yang umum dan mudah untuk ditebak. Sementara untuk lebih amannya, pengguna juga dapat menggunakan password manager untuk membantu menciptakan password secara acak untuk melindungi akun online.

Sedangkan untuk lebih menjamin keamanan, penggunanya juga disarankan untuk mengaktifkan metode Two Step Verification (2SV). Dengan metode tersebut, disebut akan lebih mampu untuk menghadirkan keamanan yang lebih terjamin. Pasalnya, metode tersebut mengharuskan pengguna untuk memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan ke nomor ponsel kala akun pengguna LinkedIn di akses dari perangkat yang berbeda.

Baca Juga : Coba Saingi FB (Facebook),  Linkedin Upgrade Design Aplikasi Mobile.!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here