Hebat, ,Alat Pendeteksi Longsor Sejak Dini Buatan Indonesia Ini Melenggang ke Seluruh Dunia Lho !

0
1187
Hebat, ,Alat Pendeteksi Longsor Sejak Dini Buatan Indonesia Ini Melenggang ke Seluruh Dunia Lho !

Hebat, ,Alat Pendeteksi Longsor Sejak Dini Buatan Indonesia Ini Melenggang ke Seluruh Dunia Lho !

Smeaker.comTanah Longsor, sebenarnya memang merupakan peristiwa alam yang bisa datang kapan saja. Namun, terjadinya bencana tersebut kini diklaim mampu diprediksi untuk meminimalisir akhibat yang mungkin ditimbulkannya. Hal tersebut berkat Alat Pendeteksi Longsor yang diciptakan salah seorang peneliti Indonesia.

Teuku Faisal Fathani, ialah seorang peneliti serta penemu dari alat pendeteksi longsor yang berasal dari Univresitas Gajah Mada. Ia mengaku terinspirasi membuat Alat Pendeteksi Longsor tersebut setelah mengetahui alat-alat pendeteksi gempa asal Jepang yang dibawa oleh Japan International Coorporation Agency (JICA) kala menanggulangi bencana longsor yang terjadi pada Indonesia pada tahun 1999 silam.

Kala itu, Alat Pendeteksi Longsor yang konstruksinya terdiri dari penakar hujan, ekstensiometer, tiltmeter, serta alat guna memantau fluktuasi muka air tanah tersebut dibawa dan diperkenalkan ke Kecamatan Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta guna melakukan pantauan pergerakan tanah.

Hebat, ,Alat Pendeteksi Longsor Sejak Dini Buatan Indonesia Ini Melenggang ke Seluruh Dunia Lho !

Sayangnya setelah dipasang, alat tersebut mengalami kerusakan dan hanya mampu diperbaiki Negara asal yang menciptakannya. Disebabkan banyaknya biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki alat tersebut, pada tahun 2006 silam Faisal akhirnya mencoba menciptakan Alat Pendeteksi Longsor yang serupa dan akhirnya dikenal dengan nama GAMA-EWS.

Setelah sebelumnya mengalami sedikit kendala pada sektor elektroniknya, Faisal akhirnya mengajak mahasiswa UGM daru jurusan Teknik Elektro guna malakukan perbaikan. Alhasil dari kerja keras tersebut, Faisal dan tim yang membantunya tersebut pada tahun 2007 silam berhasil menciptakan Alat Pendeteksi Longsor dini generasi pertama yang masih menggunakan sistem pembacaan pergerakan tanah secara manual.

Berawal dari situlah Faisal dan timnya terus melakukan pembenahan untuk kian menyempurnakan Alat Pendeteksi Longsor buatannya tersebut. Bahkan yang kian membanggakan, Alat Pendeteksi Longsor tersebut kabarnya juga telah mendapatkan pengakuan dunia kala digelar pertemuan para pakar tanah longsor yang  ikut dihadiri oleh 80 negara di Jepang(2008), Italia (2011) serta yang di Tiongkok (2014).

Baca Juga : Sosok Pencipta Angklung Diatonis Daeng Soetigna Hadir Jadi Laman Depan Mesin Pencari Google Hari Ini !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here