Berita Hari Ini : Facebook (FB) Terancam Denda Rp 3M Perhari Jika Tak Patuhi Kejaksaan !

0
2273
FB 10

Laporan Komite Privasi Belgia Karena Tombol Klik Facebook (FB) Bisa Melacak Siapa Saja Meski Pemilik Akun Sudah Dalam Keadaan Log Out

Smeaker.com – Pengadilan komersial di Brussels, Belgia, memutuskan bahwa Facebook (FB) harus berhenti menggunakan cookies untuk melacak pengguna ketika mereka belum login. Perusahaan jejaring sosial itu kini memiliki 48 jam untuk memenuhinya atau akan menghadapi denda harian sebesar 250.000 euro atau sekitar Rp3,67 miliar.

Perusahaan sosial media terbesar di dunia tidak lantas menerima keputusan tersebut begitu saja, karena Facebook (FB) memutuskan untuk naik banding. Keputusan tersebut diambil atas dasar keamanan para pengguna.

“Kami telah menggunakan cookie data lebih dari lima tahun agar Facebook (FB) aman bagi 1,5 miliar orang di seluruh dunia,” kata seorang juru bicara Facebook (FB) Journal. Dia menuturkan, Facebook (FB) akan mengajukan banding atas keputusan ini dan bekerja untuk meminimalkan gangguan terhadap akses masyarakat ke Facebook (FB) di Belgia.

Keputusan ini datang setelah Komite Privasi Belgia merilis sebuah laporan yang menunjukkan bagaimana pelacakan cookie Facebook (FB) mengidentifikasi ketika pengguna mengklik tombol suka di web. Pelacakan tersebut juga terjadi meskipun para pengguna secara eksplisit log out atau dinonaktifkan akun mereka.

FB 9

Facebook (FB) diberikan waktu 48 jam untuk menaati putusan agar tidak melacak kegiatan pengguna yang tidak log in di akun Facebook (FB) mereka. Hal tersebut dinilai melanggar hukum yang berlaku di Eropa.

Pengadilan niaga di Brussels, Belgia, memutuskan bahwa Facebook (FB) harus berhenti melacak pengguna Facebook (FB) menggunakan cookies ketika pengguna tidak log in.

Sedangkan Facebook (FB) menjelaskan bahwa cookies digunakan untuk mengidentifikasi komputer dalam rangka mendeteksi jika terjadi peretasan ke akun pengguna. Data tersebut kemudian akan dihapus setelah 10 hari.

Perusahaan itu juga beralasan bahwa karena mereka memiliki kantor pusat di Eropa, yaitu di Irlandia, seharusnya mereka diatur hanya oleh Komisioner Perlindungan Data Irlandia.

Argumen itu ditolak oleh regulator privasi Belgia.

Tommelein mengatakan fakta bahwa pengadilan Brussels telah memutuskannya berarti ia memiliki yurisdiksi terhadap perusahaan itu.

Baca Juga : Sulap Foto Lewat FB Messengger, Bisa Kok, Begini Caranya !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here